Habib Luthfi Bin Yahya: Bertikai Terus? Kita Malu pada Allah dan Rasulullah!

  • Update: 28/07/2016

Sebagai kalimat penutup dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya dalam Konferensi Internasional Bela Negara hari pertama, Pekalongan 27 Juli 2016, beliau menyampaikan pesan inti dari maksud terselenggaranya konferensi tersebut. Dikatakannya bahwa strategi dakwah di setiap negeri-negeri Islam jelas berbeda. Terikat pada jenis madzhab yang dipegang oleh tiap negara tersebut. Tiap negara punya kekurangan dan kelebihan. Diantara negara itu sendiri terdiri dari suku-suku dan bangsa-bangsa, adat-istiadat yang berbeda.

Peranan apa yang harus kita lakukan di dalam dakwah bagi negeri masing-masing? Apakah bisa kita mampu membangun intelektualitas, terutama berdasar al-Quran dan hadits yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan masa kekinian.
 
Kalau kita bicara tentang khilafiyah, tentu akan terus berlangsung sampai akhir zaman. Kita melulu bertikai tentang Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali. Sampai kapan? Kita berputar-putar dalam perdebatan sementara negeri lain sudah maju. Baik dalam ilmu kedokteran, pertanian, nuklir, teknologi, belum lain-lainnya. Padahal semua ilmu tersebut ada di dalam kitab suci kita sendiri, al-Quran.
 
Betapa lucunya, ketika kita minum obat, kita baca Basmalah. Sedangkan yang membuat obat tersebut mungkin tidak paham apa itu Basmalah. Apa upaya kita agar yang membuat obat tersebut mengucap dan memahami Basmalah. Bagaimana kita bisa demikian? Lalu sampai kapan kita akan terus-menerus bertengkar tentang perbedaan?
 
Saya berharap, fakultas terbesar dalam kedokteran harusnya ada di Indonesia, Suriah, atau dimanapun negara kaum Muslimin. Sampai kita harus paham ilmu atom, ilmu-ilmu sains lain, yang semuanya sebenarnya ada di dalam al-Quran. Saya selalu saja sedih jika mendengar pertikaian pendapat umat Islam atas hal-hal khilafiyah. Kita malu. Malu kepada siapa? Kepada Allah dan Rasulullah! Ini suatu pukulan yang harus kita sadari.
 
Maka kami harapkan Konferensi ini menghasilkan manfaat, berupa kesadaran dan gerakan tentang hal ini, yang bisa kita bawa kembali ke tempat masing-masing. Karena hal tersebut juga termasuk dalam Bela Negara. (jatmanevent.id)

Share

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Kontak

Kanzus Sholawat, Jl. Dr. Wahidin No.70, Noyontaan, Pekalongan, Jawa Tengah 51129, Indonesia

+62 856 415 99 305

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…