Slide background
Home
Minggu, 07 Agustus 2016 15:13

Maulana Habib Luthfi bin Yahya malam ini (Ahad, 07/08/2016) turut hadir dalam Muktamar Rabithah Alawiyin pusat yang diadakan sejak hari Sabtu s/d Ahad. Peserta yang hadir dalam acara tersebut adalah dari berbagai cabang Rabithah dari seluruh Indonesia. Dalam kesempatan tersebut Habib Luthfi memberikan orasi ilmiah kepada para peserta Muktamar (konferensi) tentang berbagai macam tantangan Alawiyin ke depan yang harus dihadapi demi untuk kemajuan mereka sehingga tidak hanya berjalan di tempat dan bergerak secara inklusif, tapi dapat terus maju mengikuti perkembangan zaman.

 

Kamis, 28 Juli 2016 05:36
 
Sebagai kalimat penutup dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya dalam Konferensi Internasional Bela Negara hari pertama, Pekalongan 27 Juli 2016, beliau menyampaikan pesan inti dari maksud terselenggaranya konferensi tersebut. Dikatakannya bahwa strategi dakwah di setiap negeri-negeri Islam jelas berbeda. Terikat pada jenis madzhab yang dipegang oleh tiap negara tersebut. Tiap negara punya kekurangan dan kelebihan. Diantara negara itu sendiri terdiri dari suku-suku dan bangsa-bangsa, adat-istiadat yang berbeda.
 
Kamis, 14 Juli 2016 10:19

Para Pembicara dalam acara "INTERNATIONAL CONFERENCE", yang akan dihadiri oleh para ulama lebih dari 40 Negara, di Pekalongan tanggal 27-29 Juli 2016 M:

Sabtu, 09 Juli 2016 00:34
Setiap tahun, Rais 'Aam Idarah Aliyah Jam'iyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Maulana Habib Luthfi bin Yahya selalu memantau sekaligus ikut serta mengamankan arus lalu lintas mudik lebaran. Demikian disampaikan salah seorang putera Habib Luthfi, Habib Bahauddin usai mengikuti ayahnya memantau arus mudik di Pos Penjagaan Lalu Lintas THR Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (04/07/2016) malam seperti dimuat di NU Online.
Kamis, 30 Juni 2016 21:05

Pada penutupan pengajian Ramadhan tahun ini (01/07/2016), dilakukan pembacaan khataman al-Quran bersama dan pembacaan Maulid Simthud Durar. Maulana Habib Luthfi bin Yahya yang baru tiba dari Jakarta, kemudian menghadiri penutupan pengajian. Beliau menanyakan materi yang ditanyakan oleh peserta dari diskusi-diskusi sebelumnya.

Kamis, 23 Juni 2016 22:48

Setelah melantunkan dzikir-dzikir thariqah bersama jamaah pada pengajian rutin Jum'at Kliwon (19 Ramadhan 1437/23 Juni 2016) di Gedung Kanzus Sholawat, Maulana Habib Luthfi bin Yahya menguraikan Bab Yakin dalam kitab Jami' Ushul al-Auliya'. Yakin yang pertama adalah terhadap syariat Allah. Allah Swt. menghalalkan sesuatu, kita yakin untuk menghalalkannya. Yang telah diharamkan, kita harus berani menyatakan itu haram. Didasari dengan iman dan keyakinan. Yakin itu akan memunculkan iman. Masuk akal atau tidak kita akan meyakini apa-apa yang tercantum dalam kitab Allah dan sunnah Baginda Nabi Saw.

Jumat, 17 Juni 2016 07:31

Malam itu (Kamis, 16/06/2016) dibacakan beberapa hadits dalam kitab Fath al-Bari pada Kitab (bab) ash-Shalat dalam Pengajian Ramadhan di kediaman Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan. Satu yang ditugasi untuk membacakan kitab tersebut, sedang para peserta lainnya menyimak dengan seksama dan sesekali saling tukar argumen.

Kamis, 09 Juni 2016 13:09

Maulana Habib Luthfi bin Yahya dalam Pengajian Ramadhan Tafsir al-Jalalain (Selasa, 7/6/2016), mengingatkan tentang pentingnya memahami ilmu tauhid sebagai dasar mengkaji tafsir al-Quran. Salah satu faktor kelemahan pesantren biasanya terletak pada minimnya bahasan ilmu tauhid, masih terbatas hanya pada sifat wajib, jaiz dan mustahil, sifat-sifat yang jumlahnya 50 (Aqaid al-Khamsin). Padahal kita dihadapkan pada tafsiran-tafsiran al-Quran yang lebih condong dzahiriyah (tekstualis) dari aliran selain Ahlussunnah wal Jama’ah.

Kamis, 09 Juni 2016 07:21

Maulana Habib Luthfi bin Yahya belajar tafsir al-Quran menghabiskan waktu selama 11 tahun. Habib Luthfi mengingatkan dalam pembukaan pengajian Ramadhan di kediamannya (Senin, 6/6/2016), bahwa al-Quran memiliki makna dzahir dan bathin. Tidak mudah menafsiri al-Quran, harus menguasai seperangkat ilmunya semisal ilmu alat (nahwu-sharaf), balaghah, manthiq, badi’ dan bayan.

Kamis, 04 Februari 2016 02:17

Di tengah problematika yang mencekam Bangsa Indonesia akhir-akhir ini, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, melalui MENKOPOLHUKAM Luhut Binsar Panjaitan, sowan ke kediaman Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya di Pekalongan untuk meminta saran.

Senin, 25 Januari 2016 01:55

Peringatan Maulid Nabi Saw. Majelis Ta'lim Sholawat Kebasen, Talang, Tegal (24/01), digelar bersama Pemerintah Kabupaten Tegal, unsur TNI, POLRI, ulama dan masyarakat. Uniknya Maulid Nabi malam itu dihadiri juga perwakilan dari lintas agama, Bapak Paulus dan beberapa anggota jemaatnya. Maulana Habib Luthfi mengawali ceramahnya dengan uraian hikmah dan poin penting peringatan Maulid Nabi, yakni meningkatkan "kenal" pada Nabi Saw. bukan sekadar "ngerti". Yang mengerti banyak, tapi belum tentu mengenal. Dengan Maulid Nabi kita berusaha menguak mutiara-mutiara asrar (rahasia-rahasia) Baginda Nabi Saw.

Sabtu, 23 Januari 2016 05:09

Saya pernah ditanya: “Bib, keistimewaannya ziarah walisongo apa?”, saya jawab: “Isin (malu, red.)!” Jawaban saya masih dikejar: “Lho, bukannya istimewanya ada pada berkah (mencari berkah, red.)”. “Bukan. Terlalu tinggi itu buat saya.” Tandas saya.

Sabtu, 23 Januari 2016 03:34

Salah satu hadits menyebutkan bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW melihat salah seorang sahabatnya memiliki sisa umur yang tinggal 15 hari. Maka oleh Rasulullah SAW., sahabat tersebut diajak berkunjung ke rumah-rumah sahabat lain untuk meminta maaf dan meminta doa. Tepat 15 hari kemudian, malaikat Izrail (pencabut nyawa) tak kunjung datang, malah malaikat Jibril yang menemui Baginda Nabi.

Jumat, 22 Januari 2016 03:54

Kenapa di Indonesia tidak bosan dengan Maulid Nabi? Ini pertanyaan nylekit (mengusik), tapi harus dijawab. Maulid Nabi digelar untuk maksud mengenal Kanjeng Nabi, tidak sekadar mengetahui Kanjeng Nabi saja. Mencintai Nabi harus dimulai dari mengetahui Kanjeng Nabi. Mana mungkin disebut cinta Nabi jika tak mengetahui Kanjeng Nabi?

Rabu, 20 Januari 2016 12:45

"Saya modali!" begitu jawab Habib Luthfi bin Yahya saat kali pertama disowani forum Gusdurian Tegal yang hendak mengadakan Haul Gus Dur yang ke-6. "Pihak yang diundang malah memberikan modal duluan bahkan dengan nominal yang cukup besar," ungkap panitia saat memberikan sambutannya di acara Haul Gus Dur ke-6 pada Selasa malam Rabu (19/01) di Gedung KORPRI Jl. Dr. Soetomo No. 2 Slawi Tegal.

Rabu, 20 Januari 2016 09:53

Wajah para sahabat Rasulullah SAW. itu bercahaya, sangat berkilauan, ketika bangkit dari alam kubur pun wajah mereka akan terang benderang seperti purnama rembulan. Inilah yang dinamakan min atsaris sujud (bekas sujud). Jadi bekas sujud (min atsaris sujud) bukan pada jidad yang hitam, karena hitamnya lebih tepat disebut min atsaril karpet (bekas karpet tempat dia sujud, red). Begitupun para wali Allah, mereka takut jika sampai jidad mereka hitam. Takut kalau jidad yang hitam menjadikan riya` (pamer).

Selasa, 19 Januari 2016 17:01

Rangkaian kegiatan Maulid Kanzus Sholawat telah selesai dilaksanakan. Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selanjutnya akan dilaksanakan di beberapa wilayah di seluruh Indonesia. Peringatan Maulid Kanzus Sholawat ini terus berlangsung dalam kurun waktu satu tahun.

 

Sebelumnya pembacaan kitab maulid juga telah dilaksanakan di rumah Habib Muhammad Luthfi Jalan Dr. Wahidin No. 70 Noyontaan Kota Pekalongan selama 30 hari dari tanggal 1 Maulid/ Rabiul Awal sampai tanggal 29 Maulid/ Robiul Awal. Acara ini biasanya disebut dengan Pra Maulid Abah. Dimulai dengan sholat maghrib berjama'ah, pembacaan Ratib dan Kitab Maulid, ramah tamah dan sholat isya' berjamaah. Kitab Maulid yang dibaca diantaranya Maulid Diba', Shimtud duror dan Al-barzanji. Acara ini dihadiri oleh jama'ah hadroh/ rebana Pekalongan, Pemalang, Batang, dan sekitarnya yang dijadwal bergilir.

Begitulah Maulid yang terus dikumandangkan di seluruh wilayah Indonesia. Jamaah dengan penuh semangat mensyiarkan Maulid di daerahnya masing-masing. Sepertihalnya pesan Habib Muhammad Luthfi kepada para jamaah. “Membaca sholawat jangan malas-malas, bersholawat harus penuh dengan semangat”.

 

Selasa, 19 Januari 2016 08:05

Syaikh Adnan Al-Afiyuni adalah salah satu tamu undangan dalam Konferensi Ulama Thariqah yang digelar di Pekalongan dengan tema besar Bela Negara (Baca: Konferensi Ulama Thariqah Bahas Bela Negara). Syaikh Adnan adalah mufti madzhab Syafi'i di Suriah, negara yang sampai sekarang masih dilanda konflik. Pada kesempatan kehadiran beliau di Konferensi Ulama Thariqah, Syaikh Adnan memaparkan makalah tentang seberapa pentingnya Bela Negara. Di sela-sela pemaparan beliau, reporter habibluthfi.net menemukan kutipan yang menggetarkan dari Syaikh Adnan.

Selasa, 19 Januari 2016 07:25

Rangkaian acara Konferensi Ulama Thariqah di Hotel Santika Pekalongan ditutup oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya Jum'at malam Sabtu (5/1). Beliau mengawali ikhtitam-nya dengan menjelaskan tujuan utama diselenggarakan Konferensi Ulama Thariqah tersebut: agar Indonesia menjadi sponsor mencintai negara. Masyarakat Suriah mencintai negaranya, masyarakat Maroko mencintai negaranya, masyarakat Lebanon mencintai negaranya.

Selasa, 19 Januari 2016 07:12

Maulid Akbar Kanzus Sholawat termasuk salah satu acara peringatan Maulid Nabi Muhammd Saw. yang ramai dihadiri ratusan ribu jamaah pria dan wanita. Bahkan sekelas mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (dikenal dengan SBY) pun tak ketinggalan ikut menghadiri acara tersebut. Rangkaian acara Maulid Akbar Kanzus Shalawat terbilang panjang dan penuh makna. Mulai dari khataman al-Quran dan Dalail al-Khairat di makam Habib Toha bin Hasan bin Yahya Cileduk, Cirebon, hingga maulid pungkasan di Kanzus Shalawat.

Senin, 18 Januari 2016 09:31

Konferensi Ulama Thariqah (15/1/2016) memberikan pesan bela negara kepada seluruh umat manusia. Selain itu pula, konferensi ini mengajak masyarakat dari berbagai elemen untuk menjaga perdamaian di seluruh dunia. Hasil konferensi menjadi rujukan bagi ulama, pemerintah dan masyarakat umum untuk terus bersemangat bela Negara.

Senin, 18 Januari 2016 08:56

Konferensi Ulama’ Thariqah dengan tema “Bela Negara: Konsep dan Urgensinya dalam Islam” Jum’at, 15 Januari 2016 di Hotel Santika Kota Pekalongan yang dihadiri oleh para ulama manca negara menghasilkan 9 poin konferensi. Hasil konferensi  ini dideklarasikan pada Sabtu 16 Januari 2016 di gedung H.A DJuanaid Kota Pekalongan dalam acara Silaturrahim Ulama’, TNI dan Pori yang ditandangi oleh para ulama  diantaranya Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Dr. Syaikh Muhammad Adnan Al-Afyuni, Dr. Syaikh Aziz Al-Idrisi, Prof. Dr. Syaikh Muhammad Fadhil al-Jailani, Dr. Syaikh Muhammad Sulaiman, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya, Dr. Syaikh Aziz Abidin dan Syaikh Aun Mu’in Al-Qaddumi.

Minggu, 17 Januari 2016 04:53

Ahad, 17 januari 2016 merupakan acara puncak Rangkaian Kegiatan Maulid Kanzus Sholawat di Pekalongan. Acara ini dimulai sejak pagi pukul 09.00 dimulai dengan Qosidah Shimthudduror. Kumandang Qashidah diiringi musik rebana dari seluruh penjuru kota.

Sabtu, 16 Januari 2016 17:58

Ziarah di Makam Habib Hasyim Sapuro yang merupakan datuk Maulana Habib Luthfi bin Yahya dilaksanakan ba’da isya Sabtu, 16 Januari 2016. Para jama’ah khusyuk membaca Al-Qur’an dan Ratib Kubro. Jama’ah perempuan dan laki-laki pun hadir dalam acara tersebut.

Sabtu, 16 Januari 2016 17:54

Sabtu, 16 Januari 2016 dilaksanakan acara pembacaan kitab manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani di gedung kanzus sholawat. Acara ini nampak beda dari biasanya, karena pembacaan kitab manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani kali ini dipimpin langsung oleh cucu dari Syekh Abdul Qadir Jailani yakni Prof. Dr. Syaikh Fadel Al-Jailani. Beliau Syekh Fadhil Al-Jailani menghabiskan waktu selama 30 tahun untuk berkeliling dunia dalam rangka menelusuri ribuan manuskrip karya Syekh Abdul Qadir AL-Jailani yang terpencar dan hilang.

Sabtu, 16 Januari 2016 17:22

Ringkasan

SAVE PROJECT TENTANG

TRANSISI DARI TAHAP WASPADA MENUJU TAHAP KESTABILAN

 Projek ini dinamakan dengan project “Transisi Dari Tahap Waspada Menuju Tahap Kestabilan”

 

Sabtu, 16 Januari 2016 16:06

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Para peserta konferensi yang saya hormati, hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah ucapan selamat atas pelaksanaan Haflah Maulidur-Rasul. Sayyiduna Muhammad SAW., insan paling mulia, kekasih Allah, penutup pada Nabi, pemimpin para Rasul yang diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam. 

Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pelaksana acara konferensi ini, yang pelaksanaannya sangat tepat pada saat sekarang ini, di mana di berbagai negara pada umumnya dan di wilayah timur tengah pada khususnya terjadi berbagai anomali-anomali. Tema yang diangkat dalam konferensi ini juga sangat penting karena membahas tentang negara, tentang entitas yang mempunyai nilai yang sangat tinggi bagi individu dan umat.

Sabtu, 16 Januari 2016 16:02

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله حمداً خالداً مع خلوده، الحمد لله حمداً لا منتهى له دون مشيئته، الحمد لله حمداً لا أجر لقائله إلا رضاه، فاللهم لك الحمد في الأولى والآخرة عدد خلقك وزينة عرشك ومداد كلماتك.

Hadirin yang Mulia

Suatu keharusan bagi setiap manusia untuk mempunyai ikatan yang didasarkan kepada sesuatu yang dicintai. Tidak akan ada kehidupan, bagi orang yang tidak mempunyai rasa cinta dan alam semesta tidak akan dinamis tanpa cinta. Maka cinta kepada Allah, cinta kepada anak, cinta dunia, cinta tanah air dan lainnya adalah sebab hidup seseorang sehingga ia juga dicintai. Factor cinta inilah yang dapat meningkatkan derajat manusia sampai kepada derajat kemanusiaan yang tertinggi.Dengan kekuatan cinta, musuh bisa berubah menjadi teman, dan dengan kekuatan cinta pula segala hal yang sulit dan mustahil untuk dilakukan berubah menjadi mudah.

 

Sabtu, 16 Januari 2016 15:19

Al-Qadhi Ibnul ‘Arabi al-Maliki mengatakan, “Tak ada yang lebih menyakitkan bagi Nabi Muhammad saw. dibanding mengatakan kedua orang tua sebagai penghuni neraka.” Allah Maha Suci dan luhur berfirman, “Sesungguhnya orangorang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat,” (QS. alAhzab: 57)

Sabtu, 16 Januari 2016 14:06

Sabtu, 16 Januari 2016 dihelat pawai panjang jimat. Panjang jimat kali ini dimuali di alun-alun depan Masjid Jami’ Kota Pekalongan. Selanjutnya pasukan pawai panjang jimat berjalan melewati Jalan Hayamwuruk-Jalan Imam Bonjol-Jalan Pangeran Diponegoro dan berakhir di lapangan Jetayu Kota Pekalongan.

Sabtu, 16 Januari 2016 13:56

Nikah massal setiap tahun selalu dilaksanakan di Kanzus Sholawat. Nikah massal ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Maulid Kanzus Sholawat Kota Pekalongan yang diselenggarakan oleh Panitia Rangkaian Maulid Kanzus Sholawat dan lebih dikenal dengan sebutan Nikah Maulid. Pada tahun ini Nikah Maulid dilaksanakan pada Jum’at, 15 Januari 2016.

Sabtu, 16 Januari 2016 11:36

Rangkaian acara Konferensi Ulama Thariqah di Hotel Santika Pekalongan ditutup oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya Jum'at malam Sabtu (5/1). Beliau mengawali ikhtitamnya dengan menjelaskan tujuan utama diselenggarakan Konferensi Ulama Thariqah tersebut. Tidak lain maksudnya adalah agar Indonesia menjadi sponsor mencintai negara. Masyarakat Suriah mencintai negaranya, masyarakat Maroko mencintai negaranya, masyarakat Lebanon mencintai negaranya. "Setiap anak bangsa akan memiliki kecintaan kepada tanah airnya apabila mereka mempunyai rasa bela negara yang kuat", tegas Maulana Habib Luthfi. Apa perlunya bela negara? Yang disebut bela negara bukan wajib militer. Itu makna sempit yang salah. Yang dimaksud bela negara adalah setiap anak bangsa merasa memiliki Negara masing-masing (bahasa Jawa; handarbeni). Kalau setiap anak bangsa sadar merasa memiliki Bangsanya, maka negara akan kuat. Kekuatan dari bela Negara akan menimbulkan rasa cinta tanah air masing-masing. Konferensi ini diadakan untuk melahirkan fatwa bela negara dan cinta tanah air bagi tanah air masing-masing dengan Indonesia sebagai pelopor. Bela Negara bukan hanya dalam dunia pertahanan. Dalam dunia pendidikan, perdagangan, pertanian itu termasuk bela Negara untuk menopang kemajuan bangsa. Maka bela negara jangan hanya dimaknai dengan mengangkat senjata saja tetapi melahirkan intelektual pertanian, kelautan, dan lain sebagainya yang akan memperkokoh bangsa dan negara juga merupakan bela bangsa. Kita tahu luas Indonesia yang luar biasa. Indonesia strategis. Terkaya pulau-pulaunya. Diantara beberapa anak kita yang belajar, sejauh mana tahu perbatasan Negara? Hasil daerah dan Negara? Anak-anak kita banyak ketinggalan. "Mungkin ini disebabkan kurangnya pendidikan dari orangtua. Sehingga anak kabur akan Bangsanya. Padahal wajib hukumnya Bela Negara," tutur Habib Luthfi. "Memajukan pendidikan, ekonomi, pertanian itu termasuk dalam kategori bela negara. Kekayaan apa yang ada di negara masing-masing," lanjut beliau. Bela Negara tidak hanya di militer, namun ada juga pada mencetak ilmuan, saintis, lewat pendidikan, dan lainnya, agar tercipta kedamaian dunia. Kita tahu peta Indonesia. Tapi kita hanya tahu negara ini makmur, subur, tapi tak sedikitpun melihatnya sebagai negara strategis. Kita dari kecil kurang diberi pengertian tentang negaranya sendiri, oleh karenanya semangat membelanya kurang. Tentara dan rakyat jauh tidak saling kenal. Tapi alhamdulillah di Indonesia tiap hari ulama dan tentara saling berhubungan. Rakyat dan tentara saling berhubungan. Program tentara masuk desa untuk membantu rakyat. Tentara adalah anak bangsa. Sehingga terbangun saling menghormati antara Ulama dan Tentara, Rakyat dan tentara. Tentara bukanlah instansi terpisah dari masyarakat. Mereka adalah bagian dari warga ini juga. Tanpa mengenyampingkan negara lainnya, insya Allah Indonesia menjadi percontohan bagi seluruh dunia. Setiap anak bangsa dari bangsa manapun khusunya Indonesia harus mengetahui hasil bumi, letak geografisnya dan seluruh potensi yang dimiliki. Habib Luthfi lalu mencontohkan Indonesia dari segi geopolitik dan letak geografisnya yang luar biasa, yang merupakan suatu kekuatan tersendiri. Sejauh mana generasi muda mengetahui Indonesia? Bagaimana potensi dan strategisnya Indonesia? Strategisnya pulau-pulau perbatasan Indonesia. Andai dibangun pangkalan militer di ujung Aceh dengan fasilitas dan militer yang kuat. Sehingga Indonesia punya kedudukan yang kuat. Karena ketidaktahuan tentang hal tersebut, maka kecintaan masing-masing anak bangsa kepada bangsanya berkurang. Bagaimana hubungan antar bangsa pada masalah pendidikan, perdagangan, pertanian dan lainya, ketika setiap negara ada Bela Negara maka ada suatu hubungan yang menguntungkan. Dalam al-Quran surat al-Hujurat ayat 13 Allah berfirman: يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ "...Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal." "Lita'arafu" di sini bukan hanya saling mengenal satu sama lainya tapi juga saling tolong-menolong, lebih pada kemaslahatan antar bangsa. Apa yang bisa Indonesia lakukan untuk bangsa lain, dan bangsa lain untuk Indonesia. Hubungan bilateral itu bertujuan untuk memperkuat negara masing-masing, tidak untuk saling menjatuhkan. Tidak sekadar mengenal, tapi mengenal yang sampai mengikat satu kesatuan. Satu kesatuan yang membentuk semangat persatuan dalam bangsa, dan mengikat persatuan antar negara sedunia. "Semoga keputusan Konferensi Ulama Thariqah menelurkan cinta negara adalah wajib, bela negara pun wajib." Pungkas Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya selaku Rais Aam JATMAN

Sabtu, 16 Januari 2016 11:23

Maulid Akbar Kanzus Sholawat tampaknya membawa keberkahan bagi ekonomi masyarakat. Hal ini dapat kita lihat banyaknya para pedagang yang membuka lapaknya di sekitar lokasi acara Rangkaian Kegiatan Maulid Kanzus Sholawat di Kota Pekalongan.

Meningkatnya jumlah pedagang dadakan di sekitar lokasi acara tentunya menjadikan Kota Pekalongan dengan komoditas utamanya batik semakin dikenal dan santer di kancah nasional maupun internasional. Sehingga secara tidak langsung ada peningkatan perekonomian masyarakat. Buakn hanya pedagang kaki lima, hotel-hotel pun ramai dan penuh oleh jamaah yang hadir mengikuti rangkaian Maulid Akbar Kanzus Sholawat.

Hal ini merupakan modal utama Bela Negara dalam bidang kemandirian ekonomi. Kemandirian yang merupakan salah satu spirit bela negara untuk terus bergerak menjadi masyarakat yang selalu maju dan bermanfaat untuk satu sama lainnya. Sehingga tercipta kerukunan diantara individu-individu dalam masyarakat. Seperti yang termaktub dalam hasil Konferensi Thariqah 15 Januari 2016 kemarin (15/1), bahwa membela negara juga berarti memajukan kehidupan masyarakat dalam segala bidang baik ekonomi, sosial dan politik. Pembangunan dalam segala bidang ini menjadikan kita sadar pentingnya mengisi kemerdekaan dengan bela Negara. Membela Negara yang harus dimulai dari diri dengan bimbingan Ulama'. (Afad)

 

Sabtu, 16 Januari 2016 11:01

Hari ini (16/1) Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) menyelenggarakan Silaturrahim Nasional Ulama Mursyid Thariqah, TNI, dan Polri di Gedung Djunaidi Buaran Pekalongan dengan tema “Urgensi Bela Negara Demi Menjaga Keutuhan NKRI”.

Acara dibuka pukul 9.00 WIB dengan pembacaan surat al Fatihah yang dipimpin oleh Habib Tohir bin Muhammad bin Yahya dari Cirebon.

Ada yang menarik dalam acara kali ini, yaitu anggota dari TNI bernama Heryawan yang menjadi Qari’ atau pembaca ayat suci Al Quran.

Setelah lantunan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan atas nama shahibul bayt yang disampaikan oleh KH. Ali Mas’adi, Wakil Rais ‘Aam JATMAN.

Dalam pidato sambutannya yang penuh semangat, Kyai sepuh asal Jawa Timur tersebut menyampaikan kewajiban untuk cinta tanah air, bela Negara, dan menjaga persatuan antara Ulama, TNI, dan POLRI.

“Ulama kompak bahwa cinta tanah air dan bela Negara itu wajib. Bapak-bapak tentara, di hadapan bapak-bapak ada Jamiyyah Ahlith Thariqah al Mutabarah an Nahdliyah yang selalu siap bersama TNI demi NKRI. Pertemuan ini untuk persatuan. Ulama, TNI, POLRI bersatu demi NKRI. Mudah-mudahan pihak yang ingin merongrong NKRI diberi hidayah atau dihancurkan oleh Allah”, papar Beliau.

Habib Luthfi dalam Khuthbah Iftitah menambahkan, “Mengapa tiap tahun JATMAN mengadakan pertemuan Ulama, TNI, POLRI? Untuk memperkuat pertahanan NKRI. Bila 3 komponen ini bersatu, maka kekuatannya melebihi nuklir. Semestinya kita bangga sebagai bangsa Indonesia. Indonesia bangsa yang besar tapi mulai melentur kebanggaan terhadap Indonesia. Harus dibangkitkan bangga dan cinta tanah air pada generasi penerus bangsa. Tirulah air laut yang punya jati diri. Sebagai Bangsa Indonesia kita harus punya jati diri. dalam merah putih inilah ada jati diri, harga diri, dan kehormatan bangsa”.

Sedangkan Jend. (Purn.) Ryamizard Ryacudu (Menteri Pertahanan RI) selaku narasumber yang memaparkan wawasan kebangsaan di hadapan tamu undangan menjelaskan tentang pentingnya mengaplikasikan wujud cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari dengan selalu menjaga persatuan Bangsa dan ikut membangun bangsa sebagai wujud syukur kepada Allah.

“Sejak abad 17 sudah banyak ulama yg berjuang untuk Indonesia. Para ulama mengajarkan bukan hanya ilmu spiritual tp juga wawasan kebangsaan. Sehingga para santri punya andil yang besar dalam kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai bela Negara adala cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada pancasila, rela berkorban untuk bangsa dan negara, dan mempunyai kemampuan awal bela negara baik psikis maupun fisik. Bela Negara adalah wujud terima kasih warga Negara kepada Negara yang telah memberikan rasa aman warganya. UUD 1945 ini penting dan sebagai rem. Kalau diubah maka bisa mengganggu dan merongrong Negara ini. Bela Negara adalah hak dan kewajiban setiap warga Negara. Bela Negara dijiwai oleh kecintaan terhadap NKRI. Kita harus bersyukur pada Allah dengan cara syukur pada tanah air dalam wujud bela Negara”, jelas Menteri Pertahanan.

Dalam kesempatan ini, KH. Hasyim Muzadi selaku sesepuh Nahdlatul ‘Ulama juga menjelaskan tentang peran Nahdlatul ‘Ulama dan pentingnya ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah ala NU dalam menjaga persatuan Bangsa.

“Islam Ahlussunnah wal Jama’ah datang di Indonesia jauh sebelum penjajahan. Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah juga ikut andil dalam mengusir penjajah dan merumuskan Negara Indonesia. Maka pantas saja jika sekarang Ulama menjaga Negara Indonesia”, demikian tutur KH. Hasyim Muzadi.

Silaturrahim Nasional yang ditutup dengan doa oleh KH. Saifuddin Amsir ini merupakan silaturrahim nasional ketiga yang dilaksanakan oleh JATMAN dan menjadi bagian rangkaian Maulid Akbar Kanzus Sholawat.

 

Sabtu, 16 Januari 2016 10:15

Hari ini (16/1) konsensus bela Negara hasil Konferensi Internasional Ulama Thariqah Bela Negara 2016 yang diselenggarakan oleh Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) ditetapkan di hadapan peserta Silaturrahim Nasional Mursyid Thariqah, TNI, dan Polri yang juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan, KH. Hasyim Muzadi, Para Mursyid Thariqah dan Masyayikh luar Negeri peserta Konferensi.

Berikut adalah Sembilan konsensus yang dibacakan oleh Habib Ali Al Bahar dan ditandatangani oleh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Shaykh Adnan (Syria), Shaykh Fadhil Al Jilani (Turki), Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya (Yaman), Shaykh Aziz Idrisi (Maroko), Shaykh Aziz Abidin (Amerika Serikat) Shaykh 'Aun al Qaddoumi, dan Shaykh Umar Hadhrah (Sudan):

1. Negara adalah tempat tinggal di mana agama diimplementasikan dalam kehidupan.

2. Bernegara merupakan kebutuhan primer dan tanpanya kemaslahatan tidak terwujud.

3. Bela negara adalah di mana setiap warga merasa memiliki dan cinta terhadap negara sehingga berusaha untuk mempertahankan dan memajukanya.

4. Bela negara merupakan suatu kewajiban seluruh elemen bangsa sebagaimana dijelaskan Al-Quran dan Hadis.

5. Bela negara dimulai dari membentuk kesadaran diri yang bersifat ruhani dengam bimbingan para ulama.

6. Bela negara tidak terbatas melindungi negara dari musuh atau sekedar tugas kemiliteran, melainkan usaha ketahanan dan kemajuan dalam semua aspek kehidupan seperti ekonomi, pendidikan, politik, pertanian, sosial budaya dan teknologi informasi.

7. Bela negara menolak adanya terorisme,radikalisme dan ekstrimisme yang mengataasnamakan agama.

8. Untuk mewujudkan bela negara dibutuhkan empat pilar, yaitu ilmuwan, pemerintahan yang kuat, ekonomi dan media.

9. Menjadi Indonesia sebagai inisiator bela negara yang merupakan perwujudan dari islam rahmatan lil alamin.

Setelah membacakan konsensus hasil Konferensi Internasional Ulama Thariqah Bela Negara, Habib Ali Al Bahar menyampaikan syair Iraq yang berbunyi, “Kalau kita kehilangan emas, kita bisa medapatkan emas di pasar emas. Kalau kita kehilangan kekasih, tahun depan kita bisa bertemu kekasih. Tapi kalau kita kehilangan tanah air, di mana kita bisa mendapatkan tanah air?”.

Sebelumnya, kemarin (15/1) dilaksanakan Konferensi Internasional Ulama Thariqah Bela Negara di Hotel Santika Kota Pekalongan yang diselenggarakan oleh Idarah ‘Aliyah JATMAN sebagai bagian Rangkaian Maulid Akbar Kanzus Sholawat.

 

Jumat, 15 Januari 2016 07:38

Kenapa memulai pembentukan Negara dari jiwa warga negara yang sehat secara personal? Karena Allah tidak akan mengubah suatu kaum suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak mengubahnya.  Untuk mengubah suatu kaum memang harus memulainya dari jiwa masing-masing pembentuk kaum itu.

Jumat, 15 Januari 2016 07:14

Demikian sebagaimana disampaikan oleh Shaykh Adnan dalam presentasi ilmiahnya di hadapan ratusan peserta Konferensi Internasional Ulama Thariqah Bela Negara yang diadakan oleh Idarah ‘Aliyah JATMAN di Hotel Santika Kota Pekalongan.

Jumat, 15 Januari 2016 04:25

Demikian seperti yang disampaikan oleh Shaykh Adnan Al Afyuni dari Syria dalam Konferensi Internasional Ulama Bela Negara  yang diadakan oleh Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) di Hotel Santika Kota Pekalongan Jumat pagi ini (15/1).

Kamis, 14 Januari 2016 15:52

Nikah massal atau biasa disebut nikah maulid akan digelar oleh panitia Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW Kanzus Sholawat besok Jumat pagi (15/1) di gedung Kanzus Sholawat.

Nikah Maulid ini merupakan agenda tahunan yang termasuk dalam rangkaian Maulid Akbar Kanzus Sholawat dengan peserta biasanya dari keluarga yang kurang mampu atau pasangan suami-istri yang sudah menikah secara agama tapi belum diakui secara legal oleh Negara.

Kamis, 14 Januari 2016 06:47

Habib Hasyim merintis dakwah dan mendirikan pesantren dan madrasah addiniyah pertama di Kota Pekalongan. Pondok pesantren tersebut didirikan untuk masyarakat umum yang santrinya tidak hanya dari kalangan habaib. Habib Hasyim dan para ulama’ merintis dakwah melalui Maulid Nabi sehingga masyarakat lebih jauh mengenal dan mengerti Islam, Al Qur’an dan lain sebagainya dalam syariatillah (syariat Allah) dan mengenal pembawa Al-Qur’an yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW. Maulid tersebut melahirkan pecinta-pecinta atau muhibbin, cinta kepada Rasul dan juga mencintai kepada Allah. Seseorang yang tumbuh kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka akan cinta kepada Al-Qur’an dan akan lebih berpegang teguh kepada Kitabullah (Kitab Allah) dan Sunnah Rasul.

 

Kamis, 14 Januari 2016 06:05

Warga  Buaran sejak pagi berbenah dan menghias gang kampung dalam rangka menyambut Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW Kanzus Sholawat. Selain itu juga demi menghormati tamu yang hadir ke Buaran untuk menghadiri silaturrahim Ulama Thariqah Nasional.

Para warga secara sukarela memasang bendera merah putih, bendera NU, dan bendera JATMAN dalam menyambut event besar itu.

 

Kamis, 14 Januari 2016 05:14

Salah satu agenda pembukaan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW Kanzus Sholawat Pekalongan ialah pembacaan Ratib Kubra dan khatm al Quran di Makam Habib Hasyim bin Umar bin Yahya yang terletak di pemakaman Sapuro Kota Pekalongan.

Ratib Kubra merupakan kumpulan doa dan shalawat yang disusun oleh Habib Toha bin Hasan bin Yahya Ciledug dan disempurnakan oleh Habib Luthfi bin Ali bin Yahya. Ratib Kubra ini diamalkan oleh banyak jama’ah Kanzus Sholawat dan pesantren yang berafiliasi ke Habib Luthfi bin Yahya. Bahkan beberapa komunitas lokal Ratib Kubra membentuk Jam’iyyah Ratib Kubra. Jam’iyyah Ratib Kubra ini lah yang menjadi panitia dalam pembacaan Ratib Kubra dan Khatm al Quran di makam Habib Hasyim.

Untuk Maulid tahun ini, kegiatan pembacaan Ratib Kubra dan khatm al Quran dilaksanakan di dua hari yang berbeda. Pembacaan Ratib Kubra akan dilaksanakan pada hari Jumat (15/1) setelah shalat Maghrib, sedangkan khatm al Quran akan dilaksanakan pada hari Sabtu (16/1) yang dimulai ba’da shalat Maghrib awal.

Kegiatan pembacaan Ratib Kubra dan Khatm al Quran ini terbuka untuk umum. Sehingga siapapun diperbolehkan, bahkan dianjurkan, untuk ikut serta dalam dua kegiatan tersebut. Demikian sebagaimana disampaikan oleh Panitia.

 

Rabu, 13 Januari 2016 10:00

Rangkaian kegiatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat setiap tahun dibuka dengan Haul Habib Toha Ciledug. Puncak haul Habib Toha bin Hasan bin Yahya dilaksanakan pada Ahad siang (3/1) di makam Habib Toha desa Jatiseeng Kidul Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon, setelah dibuka pada Sabtu (2/1) pukul 16.00 WIB oleh KH. Muhammad Masroni dan ditutup juga oleh beliau pada Ahad siang.

Rabu, 13 Januari 2016 04:50

Ziarah makam auliya’ itu melahirkan rasa malu. Demikian disampaikan oleh Habib Luthfi dalam obrolan singkat dan santai dengan Habib Abu Bakar Al Adny di Hotel Crown Jakarta.

Rabu, 13 Januari 2016 03:58

Habib Abu Bakar al ‘Adny bin Ali Al Masyhur diagendakan hadir dalam Mawlid Akbar Nabi Muhammad SAW. Kanzus Sholawat yang diselenggarakan oleh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan. Demikian kepastian yang disampaikan oleh Habib Abu Bakar Al Adny bin Ali Al Masyhur semalam di Hotel Crown Jakarta kepada Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Senin, 11 Januari 2016 02:44

Kanzus Shalawat, sebagai rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Akbar Kanzus Shalawat akan menggelar Konferensi Internasional Bela Negara di Hotel Santika Pekalongan, Jawa Tengah, pada 15 Januari mendatang.

Senin, 11 Januari 2016 02:22

Dalam rangka memperingati Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H, Mursyid Thoriqoh Indonesia menggelar Konferensi Internasional Bela Negara. Konferensi yang mengusung tema "Bela Negara: Pengertian dan Urgensinya dalam Islam" ini akan diselenggarakan di Hotel Santika Pekalongan, Jawa Tengah, 15 Januari 2015.

Senin, 30 November 2015 09:28

Pengajian Jumat Kliwon yang diadakan rutin tiap bulan di Gedung Kanzus Shalawat kali (27/11/15) ini sangat istimewa, pasalnya dalam pengajian ini hadir pula dua ulama kenamaan asal Siria, pertama Syeikh Adnan Mufti dari Siria, dan Syeikh Mahmud (murid utama Prof. Dr. Syeikh Rojab Dib Siria). Keduanya menyampaikan nasihat-nasihat kepada jamaah pengajian. Berikut petikan dari ceramah Syeikh Adnan.

Senin, 30 November 2015 09:06

Jumat pagi (27/11) mendung masih menggelayut di langit kota Pekalongan. Udara masih terasa sejuk meski jam sudah menunjuk angka delapan. Ribuan jamaah yang memadati kanzus shalawat masih larut terbawa dalam kenikmatan dan ketenangan setelah berdzikir bersama. Di tengah rasa tenang, petugas keamanan dari banser menyibak kerumunan jamaah, membuka jalan bagi tamu yang memakai pakaian kebesaran Ulama Suriah, Tanya bergelayut di kepala jamaah, “siapakah tamu yang datang? Siapakah beliau-beliau?”.

Senin, 30 November 2015 08:49

Konfrensi Islam Internasional, International Conference of Islamic Sholars 2015, uplholding Islam as Rahmatan Lil ‘Alamin  capitalizing spirituality and intellectuallity toward the better life of human being, diselenggarakan di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang pada hari Senin-Rabu, 23-25 November 2015. Acara tersebut terselenggara berkat kerjasama antara tiga lembaga, ICIS, UIN dan JATMAN.

Kamis, 19 November 2015 06:24

Mengapa saya mengagumi kesenian dalam puisi, musik dan sebagainya? Kebetulan ayah saya (Habib Ali bin Hasyim Bin Yahya) juga tokoh musik, beliau pegawai tata usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kodya Pekalongan pada tahun ’60-an. Beliau yang menguasai 27 bahasa asing secara aktif ini mahir bermain violin. Ya, karena beliau terkenal sebagai seorang violist sehingga sering disebut ‘Ali Piyul’.

Kamis, 19 November 2015 04:23

Nusantara selain dikenal dengan kekayaan alam dan penghasil rempah, juga dikenal karena ulama-ulama besar asal Nusantara yang menjadi Guru Besar di Haramain, dengan banyak murid dari berbagai negara Islam, sebut saja Syeikh Nurudin al-Raniri, Syeikh Abdu Rauf al-Raniri, Syeikh Yusuf al-Makasari, Syeikh Abdu Somad al-Palimbani dan banyak ulama lainnya. Tulisan ini akan mencoba mengenalkan Maha Guru Islam di Indonesia Syeikh Abdus Somad al-Palimbani.

Rabu, 18 November 2015 06:12

Para ulama dahulu tidak meninggalkan al-Quran dan hadis, inti dari apa yang mereka tuliskan sesuai dengan al-Quran dan hadis, meskipun tidak secara leterlek. Tidak lain tujuannya agar mudah dipahami oleh pemula dan awam, sehingga diambil inti-intinya saja. Misalnya saja kitab matan al-gayah wa al-taqrib atau yang popular dengan sebutan kitab taqrib, sebuah kitab fiqh dasar yang membahas fiqih secara komprehensip yang ditulis oleh ulama besar al-Qadhi Abi Syuja Ahmad bin al-Husain bin Ahmad al-Isfihani (w. 593 H).

Rabu, 18 November 2015 05:58

Sebilah pisau yang tajam, diambil oleh anak kecil, hendak dijadikan mainan. Analoginya, ulama fikih mengatakan tidak boleh dan merebut pisau itu, demikian juga dengan ulama tasawuf bedanya ulama tasawuf memberi alternatif. Pada akhirnya  tujuan keduanya sama hanya cara dan pendekatannya saja yang berbeda. Ini analogi saja.

Selasa, 17 November 2015 16:08

Sepuluh November selain sebagai hari bersejarah bagi bangsa ini, juga hari bersejarah bagi al-Habib Luthfi bin Yahya, ya tanggal 10 November merupakan hari lahir beliau, tepatnya 10 November 1947. Pada Selasa 10 November lalu peringatan hari pahlawan sekaligus tasyakuran hari kelahiran beliau di laksanakan di kediaman beliau Noyontaan Gang 7 Kota Pekalongan. Ucapan selamat dari berbagai instansi berjajar dihadapan rumah beliau, diantaranya dari Pangdam IV Dipenogoro Mayjen TNI Jaswandi, Kasdam IV Dipenogoro Brigjen TNI Joni Suprianto, Kapendam IV Dipenogoro, Danrem 071, Kolonel Inf. Zainudin, PJ. Walikota Pekalongan Prijo Anggoro M.Si, Bupati Pemalang, Wakil Bupati Kab. Pekalongan, Bupati Indramayu, Keluarga Besar Kelenteng Po An Thian, Majlis Agma Konghucu Indonesia dll.

Sabtu, 10 Oktober 2015 14:48

Ribuan umat yang datang meminta nasihat kepada Maulana Habib Luthfi, berkut diantaranya yang disampaikan beliau agar dijaga dan diamalkan oleh kaum muslimin. " Seorang muslim agar mendapatkan keselamatan Insya Allah, di dalam agama, dunia dan akhirat haruslah memegang teguh beberapa prinsip ini".

Sabtu, 10 Oktober 2015 14:41

Doa bersama lintas agama yang telah dipersiapkan beberapa Minggu sebelumnya akhirnya di helat pada Jum’at 9 Oktober 2015. Panitia kegiatan ini terdiri dari lintas agama, 1 Minggu sebelumnya pendeta dari berbagai gereja di Pekalongan hadir pada rapat panitia di Gedung Kanzus Shalawat.

Senin, 29 Juni 2015 15:48

Dakwah harus menggunakan metode, dan yang paling penting adalah melihat manusia dengan pandangan kasih sayang dan lemah lembut.  Diantaranya kita bisa mengambil hikmah dari dakwah yang dilakukan oleh Syeikh Ma’ruf al-Karkhi dan Imam Abi Yazid al-Bisthami.

Minggu, 28 Juni 2015 08:20

Tablig dan ta’lim itu berbeda. Kalau ta’lim itu ada intensitas. Sebab ada sir antara murid dan syeikh. Murid belajar solat dan lainnya menunjukan rasa butuh. Mengajar anak orang lain sebaiknya harus ada ijin dari orang tuanya. Saya pernah mengajar seorang anak, tapi orang tuanya tidak menitipkan anak tersebut, saya tanya anak itu orang tuanya masih ada, kalau masih ada saya minta orang tuanya datang.

Sabtu, 20 Juni 2015 14:45

 

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ (125) وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (126)

Jumat, 19 Juni 2015 09:53

Salah satu kisah Nabi yang paling lengkap dalam al-Quran adalah kisah Nabi Musa, kisah sebelum kelahiran, pertumbuhan, saat beranjak dewasa hingga saat diangkat oleh Allah swt menjadi seorang Nabi dan Rasul. Karena kemuliaan dan keteguhan hatinya, Nabi Musa masuk kedalam kelompok 5 Rasul Allah yang menyandang predikat ulul azmi, Rasul yang (mempunyai kesanggupan).

Kamis, 18 Juni 2015 09:14

Lautan manusia membanjiri masjid Agung Jami’ Kota Pekalongan. Masa berpakaian serba putih tersebut berdatangan sejak pukul 7 malam karena sebelum acara inti maulid Nabi saw dimulai, berlangsung kirab merah putih dan pawai taaruf peserta pawai meliputi para Ulama TNI, Polri, Pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, puluhan marcing Band dan puluhan kesenian tradisional Pekalongan juga ikut meramaikan pawai tersebut  seperti Jamaah sholawat Ainama, jamaah marawis, kesenian angklung, kesenian Enggrang, keseian kuda lumping diikuti juga beberapa personil dari kodim 1 pleton, Brimob 1 Pleton, Yonif 407 1 Pleton, Polresta Peklaongan 1 Pleton Menwa Banser dan lain sebagainya,

Senin, 08 Juni 2015 15:34

Minggu, 07/06. Peringatan maulid Nabi SAW di kompi C Yonif 407/PK-Wonopringgo Pekalongan. Peringatan maulid Nabi di Kompi C Yonif 407 tersebut termasuk dari kegiatan rangkaian maulid nabi Kanzus Sholawat. Peringatan maulid kali ini agak berbeda seperti peringatan maulid Nabi pada umumnya karena peringtan maulid Nabi kali ini dilaksanakan barak TNI Yonif 407/PK, Pekalongan.